(2015)

“Einstein berkata – waktu itu relatif. Satu detik bagi tiap orang bisa terasa berbeda.

Mungkin itu benar,
karena saat ini, rasanya semuanya diam, membeku.

Hanya ia yang bergerak dalam satuan ruang-waktu, ia yang sedang duduk di bangku pojok. Menulis sesuatu di bukunya, mungkin tentang materi kelas.
Kadang ia berbicara dengan teman sebangkunya, lalu tersenyum, dan tertawa. Damai rasanya – melihat ia tersenyum tulus seperti itu.

Saat itu, aku ingin waktu berpihak padaku,Read More »

Bahkan menggenggamnya erat saja aku tidak mampu. Awalnya ia hadir begitu kuat
dan meyakinkan, tak ada keraguan sedikitpun aku padanya, hingga kusadari saat ini ia yang pernah hadir telah menghilang entah kemana: sebuah janji.

Aku tidak bisa menggenggamnya.Read More »