banyak sekali yang terjadi. ingin menuliskan semuanya, tapi tidak tahu bagaimana. bahkan mungkin tidak tahu dengan jelas, apa yang ingin kusampaikan. pernah merasakan momen seperti itu? semacam momen kebuntuan.

mungkin memang tidak perlu menulis apa-apa.

mungkin, harus dipikirkan dulu apa yang hendak ditulis.

mungkin juga, mulai menulis dan biarkan tangan ini bergerak apa adanya, pikiran ini mengalir begitu saja.

entah kenapa saya menulis ini.

mungkin memang benar ada sesuatu yang ingin saya bicarakan. atau mungkin cuma sedang bosan. tapi benar, kadang hidup terjadi begitu cepat, dan kadang banyak hal terjadi bersamaan. dan yang bisa kita lakukan adalah memilah milah mana yang penting, mana yang tidak. perspektif dan pengalaman mengambil peran.

semoga selalu bahagia.

Iklan

kenegatifan

saya punya sisi buruk. banyak manusia memiliki sisi buruk. tapi juga ada beberapa orang yang terasa sangat bijaksana dan sempurna. mereka sangat sabar, jarang sekali marah. mereka pekerja keras, dan jarang sekali mengalami stres atau depresi. biasanya agamanya kuat, imannya kuat, jiwanya kuat. saya ingin sekali menjadi seperti itu suatu saat nanti. semoga saya bisa.

dan sekarang ketika belum sempurna, saya selalu meyakinkan diri saya, bahwa saya masih berproses. saya akan menjadi manusia yang baik. yang tidak merugikan diri sendiri dan sesama saya.

semoga ada makna dibalik keburukan saya ini, semoga ini adalah sebuah proses yang harus saya lalui untuk mendapat banyak pelajaran.

di dalam proses menuju kebaikan (semoga saja, semoga saya tidak salah jalan), biasanya saya mengalami banyak proses jatuh. seperti beberapa hari ini, saya banyak berpikiran dan berprasangka negatif. pemikiran itu membunuh saya perlahan, tapi saya harus tahan. dan menyingkirkannya.

seringkali seseorang mengalami kejatuhannya, tidak jarang melukai orang di sekitarnya.

saya ingin minta maaf bila saya pernah melukai.

surat cinta untuk karma

Entah berapa kali kubuat kesalahan, lalu kau datang kepadaku,

aku sungguh berterima kasih.

Sungguh, aku ingin tahu berapa banyak salahku, dan sampai kapan semuanya akan terbayarkan. Saat ini aku masih bertanya-tanya.

Bila diriku merasa jatuh, selalu ada 2 kemungkinan. Cobaan, atau hukuman. Ku benar-benar ingin tahu, apakah kau selama ini yang membuatku merasakan jatuh? Kerena sungguh aku ingin berterima kasih … dan meminta maaf.

Seringkali aku tidak peka akan kesalahanku sendiri, kemudian aku malah membesarkannya. Aku sungguh jauh dari kata sempurna, bahkan tidak perlu jauh-jauh ke kata sempurna, aku mungkin masih belum pantas kau sebut manusia. Maafkan aku. Sungguh aku meminta maaf.

Aku mencintaimu. Aku ingin menerimamu dengan lapang hati, semua hukumanmu. Sampai semua dosaku terbayarkan, tidak apa, sungguh aku ingin. Sedalam-dalamnya cintaku, aku sebisa mungkin tidak menemuimu. Tapi mungkin, kita akan sering bertemu.

Engkau ada, memberiku pelajaran. Semoga kepompong ini terus bertumbuh. Dan suatu saat kuharap bisa mengepakkan sayapku.