saya benci lahir ke dunia

tulisan ini bersifat egois dan personal. sangat subjektif untuk saya, jadi saya harap kamu tidak membacanya dengan mata hakim, tapi dengan mata manusia untuk bisa memahami dan ikut merasakan.

saya benci dilahirkan.

saya benci ada di dunia ini. buat apa? saya harap saya jadi pohon atau gunung waktu lahir. menjadi manusia itu menyakitkan.

kita harus menerima apapun yang terjadi pada kita. memang betul, semua cobaan yang diberikan pada saya tidak akan melebihi batas kemampuan saya. dan semua hukuman yang saya terima akan setimpal dengan semua yang saya perbuat. sederhana, kan?
dan bila mempermasalahkan kasus bunuh diri, saya bisa yakin mereka pasti terdorong oleh emosi yang saat itu berkecamuk dalam diri mereka, akhirnya mereka berani bunuh diri. tidak akan ada cobaan yang melebihi kemampuan seseorang.

tapi entah kenapa, teori yang sederhana di benak itu terasa tidak sesederhana itu di perasaan. ya saya, manusia, saya merasakan.
memang benar, cobaan itu tidak akan melebihi kemampuan saya.
tapi cobaan itu sudah sukses membuat saya berkata: saya benci dilahirkan.

saya ingin berpesan, untuk semua kamu, para pembaca. bila suatu saat kalian berencana untuk menikah, yakinkan dirimu, benar-benar yakinkan. tanya dengan semua kejujuran hati, benarkah kamu benar-benar mencintai? atau malah nantinya kamu menyakiti?

saya sangat benci hidup, karena ada banyak manusia yang cuma hadir di dalam hidup saya, membawa kebencian. maafkan, bila aku juga hadir dalam hidupmu dan memberi kebencian, aku nggak bermaksud. ya mungkin semua manusia nggak bermaksud.

tapi, sakit tetap sakit. sama nyatanya. sakit itu tetap nyata, apapun maksud dibaliknya, benci atau tidak. sakit tetap sakit.

kalau sifatmu pemarah, tanya sama dirimu, maukah kamu berubah demi kebahagiaannya? karena pasangan kita itu, manusia juga. dia hidup. dia nafas, dia sama seperti kita, bisa sakit, bisa sakit gara-gara sifat pemarahmu. yakinkan dan tanyakan, apakah kamu benar-benar bisa membuat hidupnya lebih baik, bukannya malah menyakitinya?

untukmu yang akan jadi orang tua, dan ingin punya anak, BENAR-BENAR tanyakan dirimu: Kenapa kamu mau punya anak?
Desakan orang tua, yang ingin mengendong cucu?
Desakan teman-teman?
Desakan masyarakat yang memandangmu aneh bila tidak punya anak?
Atau mungkin sesederhana kamu benar-benar ingin bahagia?

Aku sungguh tidak menyalahkan untuk punya anak. Tapi yang mau aku katakan adalah, pikirkan betul-betul. karena anak itu juga MANUSIA. kamu lahirkan, dia datang ke dunia nggak punya apa-apa, SUDAH JADI HAKNYA UNTUK KAMU BAHAGIAKAN, karena kamu yang lahirkan. Kamu yang MAU dia turun ke dunia. Kamu yang TANGGUNG JAWAB.

apa benar didikanmu baik? apa kamu yakin menyekolahkannya di tempat yang bagus itu baik? apa kamu yakin memberi asupan bergizi padanya itu baik? temannya baik? dsb. tanyakan, yakinkan.

karena saya BENAR-BENAR menyesal turun ke sini.

orang tua saya, bisa saya bilang, gagal dalam mendidik.
kalau kamu tahu, SIFAT itu turunnya dari didikan anak waktu masih kecil, bahkan waktu MASIH KECIL SEKALI.

ketika kamu marahi seorang anak kecil, dan dia menangis. terus kamu minta maaf, dan semuanya terasa normal kembali. Benar itu? SALAH!

marahmu itu berdampak ke 17 tahun hidupnya kedepan. kamu sudah MEMBENTUK karakter anakmu dari MARAHMU yang kamu bilang nggak sengaja dan kamu sembunyi dengan dalih ‘papa marah karena papa sayang’, BULLSHIT!

marahmu itu efeknya besar. minta maaf? gak cukup. kamu ngancurin hidup seorang anak di masa depan, jangka panjang yang nggak bisa kamu lihat.

saya diancurin mati-matian waktu kecil. dimarahin habis-habisan. itu orang tua saya. dan dendam ini terus ada, meskipun kami udah rukun di rumah sekarang. saya nggak bisa lupa itu semua, maaf. dan sifat pendendam saya, dari mana datangnya?
dari didikan orang tua.

ya benar, saya nggak boleh menyalahkan mereka semerta merta.
tapi kamu tahu kan, efek didikanmu, efek ketidaksengajaanmu, efek sifat burukmu, itu bisa ngancurin hidup orang.

sadari itu. berubah. berubah, pikir baik baik, tanya, baru putuskan punya anak atau enggak.

atau kamu bisa bunuh jiwa yang kamu lahirin sendiri. manusia yang sama kayak kamu, yang bisa ‘merasa’.

dan jangan sampai manusia itu, yang sudah lahir, berkata, ‘aku benci dilahirkan.’

kamu gagal sebagai orang tua.

(saya ingin jujur dan berekspresi, mohon maaf bila ada salah kata. tulisan ini sangat bersifat egois untuk saya sendiri, bila tidak sesuai dengan diri anda, maafkan saya. jangan diambil bila tidak pas buat anda)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s