I just want to thank you.
All of you.

Aku selalu mencoba meyakinkan diriku sendiri, bahwa manusia punya cerminannya masing-masing.
Punya hati dan maksud masing-masing.

Punya kisahnya masing-masing, yang bermakna bagi dia. Ia, yang menjadi tokoh utama, sekaligus penulis dari kisahnya sendiri di masa depan.

Bahwa tiap-tiap manusia istimewa, dan punya tempatnya sendiri untuk bisa merasa ‘pulang’.

Mungkin pada dasarnya, kita semua sama.
Sel dan organ kita sama, dan kita sama-sama dilahirkan oleh seorang ibu. Dalam sudut pandang biologis, kita sama.

Tapi secara tidak langsung, kita juga berbeda. Kita sama dan unik secara bersamaan, tergantung persepsi yang kita ambil.

Karena manusia bukan cuma seonggok daging yang hanya perlu dilihat dari sisi biologis, kita lebih istimewa dari itu.

Manusia lebih ‘bermakna’ dari itu.

Makna.

Sesuatu yang terasa jauh sekaligus dekat. Kita semua tahu itu ada, tapi kadang sulit melihatnya. Ia bersembunyi dibalik semua mekanisme logika di dunia, ia bersembunyi di balik semua emosi yang meluap-luap, ia ada, tapi kadang sulit menyadari keberadaannya.

Ia ada di dalam bimbangmu,
di dalam sedih dan marahmu,
di dalam jatuhmu,
di dalam cemasmu,
di dalam bohongmu.

Ia juga ada di tiap senyummu,
di dalam bahagiamu,
di dalam ketulusanmu,
di dalam kejujuranmu,
di dalam percayamu.

Di tiap hembusan nafasmu. Makna ada.
Di tiap detak jantungmu. Ia ada.
Di tiap detik hidupmu.

Ia ada.

Sekabur apapun hidup itu, ia sebenarnya selalu ada.

Karena kamu, makna ada.
Karena makna, kamu ada.

Tapi, keberadaannya sulit disadari.
Kadang kemarahan mengaburkannya.
Kadang kesedihan membuatnya seakan hilang.
Kadang kebahagiaan menutup telinga kita darinya.
Kadang … ia terasa tidak ada.

Mungkin karena itulah, kita tidak diciptakan sendiri.

Kadang orang lain memiliki cermin yang seakan-akan keberadaannya hanya untuk kita seorang.

Kadang kita melihat diri kita di cerminan orang itu,
dan akhirnya bisa memaknai masalah dan perasaan kita.

Atau kadang kita mengubah cerminan diri kita sendiri, mengubah perspektif dengan sudut pandang yang berbeda dari sebelumnya.

Dan makna itu mulai terlihat.

Jadi?

Aku ingin berterimakasih, karena keberadaan kalian semua memberi hidupku, hidup ini, lebih bermakna.

Aku harap semua orang bisa memaknai betapa istimewa dirinya,
dan memaknai keberadaan semua orang di sekitarnya.

Karena engkau istimewa.

Kita semua istimewa.

Selamat malam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s