Kamu, Purnama, dan Senja yang Asing (#prompt 11 – balcony)

purnama

Mimpi.

Aku selalu berada di sana. Di sebuah balkon rumah yang sama. Tempat itu terasa
asing dan familiar secara bersamaan, entah kenapa.

Langit itu berwarna jingga, matahari bersinar indah, tidak menyilaukan. Uniknya
juga, udara terasa dingin seperti udara pagi hari. Bulan purnama juga hadir di
sana.
Semuanya terasa menenangkan.

Di balkon rumah ini aku merasa ‘pulang.’

“Malam yang indah, ya,” ucap seseorang yang sedari tadi disampingku.

Writing prompt merupakan sebuah  kata kunci yang bisa memicu untuk memulai sebuah tulisan.  Di sini saya akan menulis secara refleks maks 15 menit,  dengan kata kunci ‘balcony’. 

List dan info tentang writing prompt : klik

Aku hanya terdiam, tanpa bertanya maksud dari perkataannya.

“Kenapa memilih tempat ini?” ia bertanya.

“Entahlah. Aku hanya merasa ini tempatku.”

“Meskipun dalam hidup kau tidak pernah ke tempat ini sebelumnya?”

Aku hanya diam. Dan ia melanjutkan,

“Atau bisa kubilang, meskipun dalam hidup tempat ini tidak pernah ada? Atau
justru karena itu kau memilih tempat ini?”

Aku menghela nafas, dan tanpa memikirkan pertanyaannya terlalu dalam aku
menjawab, “mungkin … Iya.”

“Sebuah tatanan. Kau menciptakannya. Yang kau lihat saat ini, adalah manifestasi
dari pengharapanmu. Kau ingin merasa ‘pulang’, iya kan?”

Lalu ia memajukan tangannya, hendak bersalaman.

“Kau mengenalku, kan?”

Aku hanya diam, dan menatap wajahnya.

Lalu ia melanjutkan,

“Katakan, apakah aku laki-laki, atau perempuan?”

Aku tidak menghiraukannya, dan memandang matahari senja lagi. Menikmati waktu
tenangku dalam terbenamnya matahari.

“Apa kau selalu lari dariku?”

Aku masih diam.

“Apa kau takut dariku?”

Baiklah. Aku menjawabnya.

“Ya, ya, aku takut. Kau adalah perempuan. Dan, ya, aku mengenalmu, sekaligus
merasa asing denganmu. Sama seperti balkon ini. Kau terasa dekat sekaligus jauh
dariku, entah mengapa.”

“Apa kau juga tenang, bersamaku? Seperti kau tenang di balkon ini?”

“Tidak. Aku tidak bisa tenang bersamamu.”

“Apakah kau tidak menginginkanku?”

“Entahlah. Aku juga tidak menginginkan balkon ini. Tapi kalian berdua ada.
Mungkin, aku hanya perlu menerimanya. Menerima kenyataan bahwa kalian berdua
ada.”

“Apakah, kau merasa ‘pulang’ bersamaku?”

Lagi, aku diam. Aku tidak tahu harus menjawab apa. Tiba-tiba tubuhku mengantuk.

“Kalau begitu, aku akan ke sana. Ke pemandangan indah yang kau nikmati. Kedalam
tatananmu. Apa kau bisa menerimanya?”

Tubuhku mulai lemas. Aku merasa tidak punya cukup tenaga untuk menjawab
pertanyaaannya. Lalu ia menarik kursi dan meletakkannya di belakangku, membuatku
duduk di sana.

Mataku perlahan menutup. Lalu aku berkata pelan padanya, “Ya, kurasa aku bisa
menerimanya.”

Lalu ia terbang ke sana. Ke matahari indah yang hampir terbenam. Kemudian mulai
terdengar suara ledakan. Teriakkan, tangisan. Kehancuran. Ketidaktenangan. Apa
aku benar-benar bisa menerimanya?

Dan dalam mataku yang perlahan menutup, tatanan itu makin terobrak-abrik.

Kudengar bisikan suara bergema di sekitarku,

“Kau mengenalku sejak lama, kan?”

Kurasa … aku mulai mengerti sekarang.

“Ya. Kau adalah chaos. Dan aku menerimamu, sama seperti aku menerima balkon ini.
Order. Kalian berdua selalu ada. Dan aku menerimanya.”

“Apa kau merasa ‘pulang?'”

Belum aku menjawabnya, mataku sudah terpejam. Dalam tidurku yang dalam, kurasakan dingin senja yang asing itu mengantarkanku ke suatu tempat.

Dan ketika ku membuka mata, aku bangun dari mimpiku.

Aku berada di sini. Di kamarku.

Di rumahku.

Aku pulang.

~

Note

Halooo :’)

Udah lama nggak nulis prompt lagi, dikarenakan *uhuk* kesibukan, hehe. Tapi akhirnya sekarang mulai nulis lagi.

Sebenarnya hari ini nggak ada rencana nulis. Tapi, entahlah, karena bangun jam 4 pagi-an, udara lagi enak-enaknya, dan lagi dengerin playlist ini, jadi mood nulis. Terus nyari-nyari kata kunci, nemu, ‘balcony’, lupa dari mana nemunya xD

Jadi nulis deh.

445 kata, ternyata. Dan tulisan kali ini bertema Order & Chaos, mungkin bisa dianalogikan di sini Hitam dan Putih, Baik dan Jahat, dll. (meski sebenarnya nggak segampang itu sih, definisi order dan chaos kan harusnya dalam :’))

Tapi, mereka berdua-lah yang jadi tema tulisan kali ini.

Dalam hidup ini, Order dan Chaos selalu ada. Dan tidak selalu harus dilawan, kadang merelakannya, justru membuat kita bisa berdamai dengan diri sendiri. Dalam eksistensi mereka-lah saya rasa Tuhan ingin menyampaikan makna pada kita.

Anyway, terimakasih sudah membaca :’

Affan

Iklan

6 thoughts on “Kamu, Purnama, dan Senja yang Asing (#prompt 11 – balcony)

    • Awalnya enggak kepikiran … Di tengah-tengah mulai mikir, enaknya mau di bawa ke mana, dan konsep chaos / order udah lama nyangkut di otak sih, tiba2 aja kepikiran lagi, hehe … Tapi 15 menit itu gara2 udah sering cerita dg gaya begini, coba lihat prompt saya yang lain , hehe, saya baru sadar saya sering pakai pola yang sama … Btw makasih yaa udah komen x”D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s