Aku menciptakan jarak.

Kita sudah di belahan dunia yang berbeda.

Kata-kata tak lagi saling meraih. Ucapan semangat tak sampai ke hati yang lainnya. Jarak kita jauh. Tak lagi seperti dulu.

Apakah ini yang terbaik?

Apakah jarak ini adalah pilihan yang benar?

Apa engkau tersiksa, atau terbebaskan?

Apa engkau bahagia?

Apa aku bahagia?

Aku tidak tahu lagi.

Aku hanya takut untuk sakit lebih dalam. Aku takut kamu sakit lebih dalam. Aku takut kita berdua makin tersiksa, aku takut kita berdua makin menderita.

Lalu kuciptakan jarak.

Aku hanya berbuat yang terbaik yang ku bisa. 

Aku hanya ingin kamu memakluminya.

Memahaminya.

Memahamiku.

Meski aku tidak bisa memahamimu.

Maaf.

Meski aku sangat ingin.

Mungkin memang yang terbaik bukan aku.

Iklan

4 thoughts on “

    • :(( sebenarnya kalau boleh jujur tulisan ini adalah sepotong dari diary harian saya, ditulis waktu Desember 2016 😥
      Mungkin memang bila menulis dengan kejujuran, hati penulisnya bisa sampai ke pembaca, entahlah 😦
      Terimakasih gung 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s