Evaluasi (#jurnalprompt 1)

capture

Halo. Jadi, dimulai dari tanggal 1 September kemarin, saya mencoba melakukan writing prompt, yaitu menulis secara refleks dengan trigger sebuah kata yang dipilih secara random. Dan saya menulis rutin, satu hari satu tulisan. Bisa dilihat di sini : klik

Hari ini saya juga menulis sebuah writing prompt, tapi tidak saya post di sini dahulu, karena saya rasa prompt yang ini agak panjang dan saya suka, rencananya mau mencoba mengirim ke redaksi/majalah/sejenisnya. Misalkan tidak diterima, baru saya post di sini, hehe.

Sejauh ini :

Nah kali ini saya ingin menulis beberapa point dan pengalaman saya selama menulis writing prompt. Berikut pengamatan saya :

  • Menulis secara refleks melatih kreativitas.
    Ada beberapa prompt yang saya suka, dan itu murni refleks, jadi saya tulis dari awal tanpa mengetahui akhirnya bakal bagaimana supaya bagus, tapi di proses penulisan, ending yang bagus itu bisa terpikirkan. Meski agak absurd, dan diluar logika.
  • Peraturan prompt masih kurang jelas.
    Saya belum menetapkan peraturan pasti dalam tulisan saya. Apakah saya harus benar-benar menulis refleks, tanpa bensin (belum pernah terpikirkan ceritanya) ? Nanti setelah ini bakal saya perjelas peraturannya.
  • Terkadang saya takut untuk menulis sesuatu yang jelekkarena tulisan sebelumnya (kebetulan) bagus. Ini yang saya sadari, writing prompt pertama dan kedua lumayan bagus, jadi waktu di hari ke-3, saya agak mikir keras, dan hasilnya pun nggak begitu bagus. Dan poin ini mengantarkan saya ke poin berikutnya :
  • Nggak perlu bagus, yang penting saya nulis 1  tulisan per 1 hari.
    Nggak harus bagus, kalau bagus ya syukur, kalau jelek juga nggakpapa. Karena tujuan utamanya kan melatih menulis, dan harus rutin. Tiap hari harus tampil satu tulisan, dan jelek pun nggak masalah.
  • Writing Prompt yang saya tulis hanya berupa sastra.
    Awalnya saya tulis, ‘1 hari 1 tulisan,’ itu berarti tulisan apapun boleh dong. Tapi karena tujuan utama saya menulis fiksi, mulai sekarang saya pastikan bahwa yang saya tulis berupa puisi/cerpen/sajak saja.
  • Saya selalu berusaha jujur dalam menulis.
    Semua premis tulisan saya sejauh ini berasal dari kejujuran. Dan ternyata hampir semua premisnya terasa ‘dark.’
    Sepertinya memang begitu referensi saya. Tapi premis yang jujur tidak selalu diikuti dengan cerita yang baik, kadang eksekusinya salah, jadi jelek. Terutama prompt saya yang nomor 4. Jelek sekali. (tapi tidak apa)
  • Mulai sedikit bisa bermain diksi.
    Menurut saya di prompt yang terakhir sejauh ini, di paragraf awal lumayan ngalir, biasanya saya tidak bisa sebaik itu. Sepertinya, cara memperkaya diksi adalah : dengan peka, sering baca, sering nulis.
  • Saya jauh lebih bisa memakai sudut pandang orang ketiga.
    Saya rasa, saya bisa pakai sudut pandang pertama kalau si tokoh utama sifatnya sama kayak saya, jadi saya bisa jujur. Di prompt ini saya mencoba menggunakan sudut pandang orang pertama, tapi hasilnya kurang. (tapi saya suka ceritanya yang itu.)
  • Thumbnail gambar sangat menarik perhatian dan menambah perasaan ‘small winning’ saat menulis.
    Serius. Gambar di tiap prompt mempercantik blog saya.
  • Saya nggak bisa menulis puisi.
    Jauh dari cerpen, puisi lebih ke main diksi, menurut saya. Dan saya sudah pernah menulis beberapa puisi sejauh ini, dan saya tahu, kalau saya nulis puisi, polanya gitu-gitu mulu. Mungkin Anda tahu setelah baca prompt yang ini. (satu-satunya prompt puisi, yang lain promptnya cerpen.)
    Dan kenapa saya nggak bisa menulis puisi, karena saya sulit main diksi. Jika membaca prompt-prompt saya kemarin, saya lebih condong ke blak-blak-an nulisnya. (kata orang seperti light novel?)
    Tapi untuk kedepannya, saya bener-bener pingin bisa main diksi.
  • Storytelling cerpen beda dengan komik dan film.
    Nggak seperti film dan komik, yang endingnya harus jelas, resolusi akhir dari masalah, dsb., area bermain cerpen lebih luas dan abstrak. Ending yang dipakai bisa nggak masuk logika, tapi jadi bagus. Saya bener-bener kagum sama potensi cerpen yang ini, mungkin kedepannya bakal saya cari tahu.
  • Ada pola-pola yang sama di cerpen saya.
    Beberapa prompt, cara menuju resolusinya sama. Dengan dialog. Bisa dilihat di prompt ini, ini, dan favorit saya, yang ini.
    Apakah ini salah? Tidak, saya hanya menyadari pola yang sama ketika menulis. Tapi karena saya sudah sadar, saya harus cari cara lain untuk menuju ke resolusi akhir cerita.
  • EYD saya kacau. Saya harus belajar EYD.
  • Semua writing prompt adalah first draft, alias nulis pertamakali, langsung di publish.
    Ini berbahaya sih, hehe. Karena pernah saya udah ngepost satu prompt, terus beberapa jam kemudian, saya baca lagi, ternyata ada typo, salah penulisan, njelimet, dll, wkwk xD
    Tapi nggakpapa, imperfection is beauty.
  • Jam menulis rutin usahakan selalu sama.
    Saat saya sudah terbiasa menulis sekitar jam 5 pagi, ketika hendak menulis jam 3 pagi, atau jam 10 siang, performanya seakan menurun.
  • Menulis prompt harus merasa bebas. Ke luar zona nyaman.
    Nggak boleh ada tekanan, nggak usah berpegangan ‘harus ini harus itu.’ Yang penting nulis, dan jadi, meskipun tidak memuaskan. Dan coba menulis konteks di luar yang kamu biasa tulis. Untuk pertamakalinya, saya menulis cerpen dengan genre fantasi, hehe. Dan itu di luar zona nyaman saya.

Yah begitulah kira-kira pengalaman writing prompt sejauh ini. Setelah ini, saya tetap akan melanjutkan writing prompt, mungkin sampai akhir September.  Terima kasih sudah membaca. Semoga terinspirasi.

Iklan

17 thoughts on “Evaluasi (#jurnalprompt 1)

  1. Dulu saya juga sempat bikin tulisan pakai prompts kayak gitu, dan biasanya ngambil dari situs The Daily Post-nya WordPress sih. 😁
    Seru dan menantang banget nulis pakai prompts gini, bikin mengasah imajinasi! 😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s