ironi (#prompt 9 – machine)

prompt-9

Namaku Syahad.

Aku adalah seorang buruh pabrik, dulunya. Di usiaku yang sudah tidak muda ini, aku tidak tahu harus melakukan apa untuk mendapatkan uang. Aku tidak memiliki bakat dan keahlian apapun, aku juga tidak pernah bersekolah, karena saat aku kecil sekolah dilarang untuk kami kaum pribumi.

Writing prompt merupakan sebuah tema / kata kunci / kalimat / ide / gagasan / ‘what-if’ / apapun yang bisa memicu untuk memulai sebuah tulisan.  Di sini saya akan menulis secara refleks maks 20 menit,  dengan prompt ‘mesin’. 

List dan info tentang writing prompt : klik

Aku hanya pekerja kasar, hanya dengan otot dan tenaga aku bisa mendapatkan uang. Dan zaman sekarang semakin canggih, semua orang memiliki mesin kecil yang canggih untuk berkomunikasi, tabung di rumah mereka untuk menghibur diri mereka sendiri, dan masih banyak lagi.

Aku tidak mungkin bisa mengikuti perkembangan zaman yang pesat ini. Perkembangan zaman hanya dinikmati mereka yang memiliki banyak uang, sedangkan untuk mencukupi kebutuhanku saja aku tidak sanggup.

Bahkan aku tidak memiliki pekerjaan tetap, aku tidak tahu harus bagaimana saat ini. Rasanya, aku dijatuhkan oleh perkembangan zaman yang menuntut uang, dan untuk mendapatkan uang itu, harus memiliki sebuah keahlian yang aku sendiri tidak memilikinya. Kreativitas, kecerdasan, apalah itu. Aku tidak pernah mengenalnya, beruntung mereka yang pernah sekolah dan merasakannya. Siapa yang harus aku salahkan?

Yang memajukan zaman ini sendiri, adalah manusia. Pantaskah bila aku menyalahkan mereka? Tidak. Manusia selalu ingin lebih, mereka selalu ingin maju. Menciptakan hal-hal baru, teknologi baru, mesin baru, yang ‘katanya’ mengefisiensikan dan memudahkan hidup manusia. Alat-alat baru diciptakan, agar hidup kita makin mudah.

Tapi kali ini, mesin buatan mereka merampas pekerjaanku, seorang buruh pabrik. Mesin itu mungkin memudahkan hidup pemilik pabrik, tapi menyusahkan kami buruh pabrik.

Dan kami tidak bisa menyalahkan mereka. Lalu siapa yang salah? Aku-kah? Karena aku tidak bisa mengikuti arus perkembangan zaman?

Ironi, memang. Manusia berkembang, tapi hanya beberapa dari mereka yang menikmatinya. Mungkin dari awal orangtuaku yang salah, harusnya mereka menyekolahkanku. Mungkin aku hanya tidak beruntung, harusnya aku dilahirkan di keluarga yang kaya raya, sehingga akhirnya aku tidak seperti ini.

Atau mungkin ini bukan akhirnya? Masih ada akhir indah yang menantiku di sana?

Entahlah. Aku harus mencari pekerjaan.

 

 

 

Iklan

4 thoughts on “ironi (#prompt 9 – machine)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s