Kasir (#prompt 4 – chocolate)

prompt 4

03.00.

Di dekat rumahnya, hanya ada satu minimarket yang masih buka pada pukul 3 pagi. Tidak seperti orang pada umumnya, ia selalu tidur di siang hari, dan bangun di malam hari.

Writing prompt merupakan sebuah tema / kata kunci / kalimat / ide / gagasan / ‘what-if’ / apapun yang bisa memicu untuk memulai sebuah tulisan.  Di sini saya akan menulis secara refleks maks 20 menit,  dengan prompt ‘chocolate’. 

List dan info tentang writing prompt : klik

Ia benci pada sinar matahari panas, yang katanya selalu membuatnya malas. Karena tidak ada air conditioner di rumahnya, ia lebih suka beraktivitas bersama dinginnya malam. Dan kini ia berada di dalam minimarket, menuju ke kasir, membawa satu botol minuman minuman bersoda, beberapa mi instan, dan satu bungkus cemilan dalam keranjang.

Namanya Roni.

“Seperti biasanya ya, Mas,” kata seorang kasir perempuan, sambil memindai barcode barang belanjaan Roni.

“Iya,” jawabnya singkat. Lalu terlintas sebuah pertanyaan iseng di kepalanya.

“Di sini shift malam kok mbak-mbak yang jaga ya?” tanya Roni.

“Saya condong nokturnal, Mas, hehe.”

“Wah sama. Kenapa kok nokturnal?”

“Saya nggak suka panasnya siang.”

Roni tersenyum. Perempuan di hadapannya sepemikiran dengannya, sepertinya.

“Pasti di rumahnya nggak ada AC,” jawab Roni.

“Iya, kok tahu?”

“Saya kan nokturnal juga.”

“Oh iya. Berarti di rumah mas juga ga ada AC dong?”

“Iya, hehe.”

Kemudian perempuan itu memasukkan barang belanjaan ke dalam kantong plastik.

“Mau coklat mas? Mumpung ada promo, beli satu gratis satu,” lanjutnya sambil menunjukkan coklat di meja kasir.

“Boleh deh.”

Perempuan itu memindai barcode coklat tersebut, lalu memasukkannya ke dalam kantong plastik bersama belanjaan lainnya.

“40.700, Mas.”

“Ini,” ucapnya sambil memberikan selembar uang 50.000-an. Lalu ia melanjutkan, “Nggak usah pulsa, dan 300nya boleh didonasikan.”

Perempuan itu tersenyum. “Udah hafal ya, Mas.”

“Roni,” sambil mengulurkan tangan. “Saya tahu sih namamu Indah, dari name-tagnya.”

“Indah,” balas Indah sambil menyambut tangan Roni. Lalu memberikan kantong plastik berisi belanjaan pada Roni.

“Ini satunya buat kamu aja,” kata Roni sambil memberikan satu bungkus coklatnya.

“Oh, makasih, Mas, eh, Ron.”

Lalu Roni berjalan keluar, sambil melambaikan tangan.

“Terimakasih, dan selamat datang kembali.”

 

Note from Affan :

Meskipun premisnya dekat, tapi kalau eksekusinya jelek, jadi jelek 😡
Yang hari ini parah deh, kalau dibandingin puisi kemarin. Saya lebih suka yang kemarin hehehe. Nggak kepikiran ending yang bagus di sini. Mungkin selain rutin nulis, harus rutin belajar juga. Biar ilmunya nambah, dan tiap hari bisa diimplementasikan. Semangat.

Iklan

2 thoughts on “Kasir (#prompt 4 – chocolate)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s